A+ | Sore itu, langit Bekasi mulai beranjak jingga. Jalanan masih sibuk. Motor, mobil, angkot berdesakan mencari celah di antara deru mesin dan klakson yang sesekali terdengar menyela. Namun, di depan Kejaksaan Negeri Kota Bekasi dan Gedung PWI Bekasi Raya, ada pemandangan berbeda.
Binsar Manurung, pendiri media online Patrolibins.co.id, berdiri di tepi jalan dengan tangan yang sibuk. Satu per satu kantong berisi takjil ia serahkan ke pengendara yang lewat. Sesekali ia tersenyum, menyapa ramah. Tidak ada protokoler, tidak ada seremonial. Hanya aksi sederhana yang menghangatkan sore Ramadan itu.
"Ini bentuk kepedulian kita. Ramadan bukan hanya tentang berpuasa, tapi juga berbagi," katanya singkat.
Sederhana. Namun, dampaknya terasa. Pengendara yang tadinya buru-buru tiba-tiba melambat, menerima takjil dengan wajah sumringah. Beberapa tersenyum, mengangguk, mengucapkan terima kasih. Sejenak, jalanan Bekasi yang sibuk itu menjadi saksi betapa kecilnya aksi bisa memberi arti besar.
Ade Muksin, Ketua PWI Bekasi Raya, ikut hadir. Ia melihat langsung bagaimana kegiatan ini disambut antusias.
"Insan pers tidak hanya menulis dan memberitakan. Kita juga harus hadir di tengah masyarakat, berbagi dan memberi manfaat langsung," ujarnya.
Di sampingnya, Michael LL Lengkong—Sekretaris PWI Bekasi Raya—mengamati pembagian takjil itu dengan tatapan puas. "Ramadan selalu mengajarkan kita untuk berbagi. Ini aksi kecil, tapi bisa memberi inspirasi besar," katanya.
Memang, Ramadan selalu membawa cerita tersendiri. Ada yang mencari berkah lewat ibadah, ada yang menemukannya dalam kepedulian terhadap sesama. Dan di jalanan Bekasi sore itu, sebuah aksi kecil dari seorang jurnalis membuktikan bahwa berbagi bukan soal besar atau kecilnya pemberian, melainkan tentang niat yang tulus.
Saat azan Magrib berkumandang, satu per satu pengendara mulai menepi. Takjil yang tadi diterima, kini perlahan dinikmati. Di balik kemudi, di atas motor, di trotoar. Mereka berbuka di jalan, ditemani sepotong kolak dan sebotol air mineral. Sederhana, tapi cukup.
Dan Binsar Manurung? Ia sudah kembali ke tempatnya. Mengamati jalanan yang mulai tenang, sambil tersenyum kecil. Ramadan memang selalu membawa cerita—dan kali ini, ia menjadi bagiannya.
0 Komentar